Valentine’s Day

Valentine’s Day

Ke laut za…!!!

Setelah pada awal tahun, masyarakat (remaja muslim khususnya) dijejali dengan budaya-budaya kafir dalam menyikapi tahun baru, kini pada bulan Februari lagi-lagi mereka dihidangi dengan santapan hina, yaitu Valentine’s Day. Berbagai media, baik cetak maupun elektronik selalu menghadirkan nuansa kasih sayang  dan romantis. Warna pink, gambar hati dan mawar selalu mendominasi media-media tersebut. Dan tentunya Target Market yang utama budaya jahiliyah ini adalah kalangan remaja, apa lagi yang sedang jatuh cinta. Kartu ucapan, coklat berbentuk hati, bunga mawar, cupid (boneka anak kecil bersayap yang membawa panah), dsb, selalu menjadi bingkai yang indah dan menarik.

Ditinjau dari sejarahnya, Valentine Day atau yang disebut juga dengan VD, ada beberapa versi. VD Berakar dari sebuah rangkaian upacara penyucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari) yang disebut degan Lupercalia. Perayaan ini dimaksudkan untuk mengagungkan sang dewi cinta (queen of  feverish love). Para pemuda mengundi nama-nama gadis secara acak. Gadis yang namanya keluar harus menghibur sang pemuda. Kemudian setelah datang ajaran Kristen, acara ini tetap dipertahankan namun diwarnai dengan nuansa Kristiani. Pada tahun 496 M, Paus Gelasius I mengganti upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Valentine’s Day. Hal ini untuk menghormati St. Valentine, yang mati pada 14 Februari. Lha…, kebetulan ada tiga orang yang bergelar St. Valentine yang mati pada tanggal yang sama. Maka munculah tiga versi yang berbeda mengenai asal-usul VD ini. Itulah kisah singkat tentang awal mulanya perayaan Valentine’s Day. Walaupun nggak jelas sejarahnya, VD terus berlangsung hingga saat ini.

Remaja Islam Menyikapi Valentine Day

Dilihat dari asal-muasalnya, sudah jelas banget kalo VD itu bukan budaya Islam. Dan dalam menyikapi perayaan VD, sebagai remaja Islam kita harus ikut berpartisipasi. Lho koq gitu??! Iya, kita harus ikut andil dalam rangka memusnahkan budaya ‘Valentin’an yang sangat merusak aqidah kita sebagai seorang muslim, bahkan kita bisa jadi kafir karenannya. Kita harus berusaha untuk tidak larut dalam budaya itu. Walaupun cuma ngasih sebutir permen atau secuil coklat, jangan sampai kita terpedaya, itu sudah termasuk turut serta merayakannya. Sudah ditetapkan bahwa Islam itu Dien (agama) yang sempurna dan mulia. Makanya generasi muslim ga boleh ikut-ikutan perayaan agama lain.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dalam golongan  mereka.” (HR. Abu Daud). Berkata pula Ibnul Qoyyim Al Jauziyah : “Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram.” Abu Hafsh Al Hanafi berkata : “Barangsiapa yang menghadiahkan sebuah telur kepada orang musyrik karena mengagungkan hari raya mereka, maka ia telah melakukan tindak kekafiran.” (Fathul Bari 2/315). Tuch khan, para ulama za mengharamkan. Dosa gede kalo ikut-ikutan perayaan orang kafir.

Dengan ga’ boleh ikut ngerayain Valentine’ Day, bukan berarti Islam melarang untuk berkasih sayang. Malah sebaliknya, Islam menganjurkan untuk berkasih sayang dan saling memberi hadiah. Tetapi kasih sayang dalam Islam adalah murni atas dasar agama untuk mempererat tali silaturahim ato rasa kemanusiaan. Bukan kasih sayang yang sudah dikuasai nafsu dan bisikan syaithon. Dan kasih sayang itu bukan dicurahkan pada hari valentin saja tetapi setiap saat.

Kalo kita perhatikan, perayaan VD selalu dibumbui dengan acara-acara pesta, dari yang sangat sederhana sampe yang mewah banget. Bahkan ada yang sampai dilanjutkan dengan pacaran bersama. Senyum-senyuman, gandeng-gandengan, cium-ciuman, peluk-pelukan, dan bahkan ada yang sampai perzinaan… (na’udzubillah).  Itu semua mereka lakukan dengan alasan untuk mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang yang tulus (alamaa…k). Itu cinta palsu man…!!!

Buat teman-temen, mari kita kuatkan iman dan kokohkan benteng pertahanan kita. Yang cowok, jangan suka ngumbar janji. Kita akan tetap bisa hidup coy biarpun tanpa pacaran. Kita cari temen yang baik, perbanyak ngaji, baca qur’an, mbimbing adik-adik TPQ, atau pun dengan kegiatan positif lainnya yang akan memompa keimanan kita. Insya Alloh itu akan “Bikin Hidup Lebih Hidup”. Buat para cewek, jangan menyerah pada bualan lelaki yang ga’ bertanggug jawab. Harus berani berkata “TIDAK” kalo kamu diajak pacaran, ciuman, apa lagi yang lebih dari itu. Itu bukan nunjukin kasih sayang, tapi itu nunjukin kalo dia itu pengen menghancurkan masa depan kamu. Ingat !!! dia bukan siapa-siapa kamu.

Dari penjelasan di atas dah jelas banget khan, Valentine’s Day bukan dari Islam, haram hukumnya ikut-ikutan ngerayain. Ayo friend, tunjukin jati diri kita sebagai remaja muslim yang kuat. Musnahkan Valentine’s Day dari muka bumi sampai ke akar-akarnya. Dan jangan sampai masa remaja kita terlewati sia-sia. Isi masa muda dengan prestasi, OK.!! (jo)

Wallohu A’lam

By Pengurus TPQ Al Barokah Klile

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: